Shalat Idul Fitri berjamaah di Lapangan Desa Bendung

اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Shalat Idul Fitri

Bunyi takbir telah berkumandang secara khidmat menyambut datangnya bulan Syawal yang diawali dengan Hari Raya Umat Islam, Idul Fitri 1434 Hijriyah. Hari Raya Idul Fitri pada tahun ini berbeda dengan hari raya pada tahun sebelumnya, mengingat baik Ulil Amri (Pemerintah) maupun Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri jatuh pada tanggal yang sama, meskipun awal puasa dimulai pada hari yang berbeda.

Ulil Amri dan Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Kamis, tanggal 8 Agustus 2013, sehingga jelas bahwa jumlah jamaat Shalat Ied pun akan lebih banyak dari pada tahun sebelumnya, belum lagi dengan adanya para pemudik dari berbagai daerah dan perkotaan yang berencana untuk melaksanakan ibadah Shalat Ied di kampung halaman mereka.

Dengan banyaknya jumlah jamaat Shalat Ied tersebut, sehingga pelaksanan Shalat Ied idealnya dilakukan di lapangan terbuka, agar mampu menampung seluruh jamaat dan Silaturrahim pun terjalin lebih luas. Rasulullah Muhammad SAW sendiri  melasanakan shalat Ied di lapangan, mengingat masjid beliau di Madinah terlalu sempit atau kecil sehinga tidak mampu menampung jama’ah. Ada banyak pendapat mengenai keutamaan Shalat Ied apakah lebih baik diadakan di masjid ataukah di lapangan, berbagai Hadist pun menjelaskan keutamaan keduanya, namun yang terpenting adalah esensi dari Idul Fitri tersebut tetap ada, yaitu kembali fitri setelah berjuang melawan hawa nafsu selama satu bulan Ramadhan, sehingga Idul Fitri disebut juga sebagai hari kemenangan.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Desa Bendung dilaksanakan di Lapangan Desa Bendung yang berlokasi tepat di depan Balai Desa Bendung. Masyarakat sekitar Balai Desa pun sebelumnya telah melakukan gotong royong untuk melakukan pemebersihan semak belukar guna mempersiapkan tempat ibadah agar lebih nyaman. Setidaknya terdapat empat Dusun dari Desa Bendung, yaitu dusun Gobeh, Bendung, Widoro Lor dan Widoro Kidul yang bersama-sama membariskan saaf dalam Shalat Idul Fitri di lapangan Desa Bendung.

Masyarakat desa tumpah ruah bersorak sorai menyambut datanganya hari kemenangan, bersama-sama dan berbondong-bondong memadati jalan pedesaan untuk melaksanakan Shalat Ied berjamaah. Khutbah Idul Fitri selepas Shalat Ied pun menambah suasana khidmat Shalat Sunah Muakkad sekali dalam setahun tersebut. Tak lupa, pada penghujung acara, sebelum kembali ke kediaman masing-masing, kegiatan Halal Bihalal atau saling bersalaman antara para jamaat pun menjadi agenda wajib yang tidak pernah ketinggalan. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan saling bertamu ke masing-masing rumah kerabat, tetangga, kenalan, dan sesepuh untuk sekedar mengucapkan selamat idul fitri atau untuk menjalin silaturrahim dengan cara saling memaafkan satu sama lain seperti halnya kebiasaan masyarakat setiap tahunnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s