Jalan-Jalan: Watujali

 

Watujali 1

Pada pertengahan bulan puasa, salah kontributor kami asal Kota Yogyakarta bernama Reri yang tengah menginap di Desa Bendung memutuskan untuk melakukan jalan-jalan pagi menuju Gunung Watujali setelah sholat Shubuh. Acara jalan-jalan ini sebenarnya merupakan usulan dari anak-anak Dusun Gobeh yang ingin mengajak kontributor kami berkeliling dan menikmati alam Kecamatan Semin yang masih asri.

Seusai waktu sholat Shubuh, sekelompok anak Dusun Gobeh dengan penuh semangat mendatangi rumah pondokan tempat kontirbutor kami bermalam.  “Cepet, Mas. Cepet!” seru anak-anak penuh semangat, “Mengko nek cepet iso ndelok matahari terbit, lho.

2013-08-01 06.26.08Pagi itu udara benar-benar dingin karena sang surya memang belum muncul di horizon Timur. Namun, udara dingin ini tak begitu terasa karena semangat dari anak-anak yang begitu riuh sepanjang perjalanan cukup membuat kontributor kami tak mengacuhkan dingin yang lumayan menggigit. Perjalanan menuju Watujali terasa menyenangkan. Sesekali anak-anak kecil dalam rombongan mengerjai tean-temannya dengan lemparan mercon yang biasa mereka sebut sebagai long.

Walaupun anak-anak mengatakan bahwa perjalanan dari pondokan tempat kontributor bermalam menuju Watujali cukup dekat, namun nyatanya cukup membuat kontributor kami kewalahan mengatur napas. Setelah 30 menit berjalan kaki akhirnya kontributor dan anak-anak Gobeh sampai di perbatasan Semin dan Ngawen, melewati sawah, ladang, bahkan sampai menaiki batu-batu yang lumayan menantang hingga akhirnya tiba di Watujali.

SebenarnyA Watujali Tidak bisa disebut gunung juga, namun karena Watujali merupakan tumpukkan batu-batu besar menjulang maka Watujali disebut gunung. Terlepas dari itu gunung sungguhan atau bukan, tetapi perjalanan yang cukup melelahkan itu benar-benar tidak mengecewakan. Dari atas Watujali tampak hamparan ladang yang sangat luas dan indah sejauh mata memandang.

Sungguh pemandangan alam yang indah. Kontributor kami sampai terkagum-kagum dibuatnya. “Yang seperti ini tidak ada di Kota Jogja,” katanya.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s