SMP Negeri 2 Semin: Masa Orientasi Siswa

SMP Negeri 2 Semin adalah salah Sekolah Menengah Pertama yang terletak di Desa Bendung, Kabupaten Gunungkidul. SMP ini memiliki tradisi untuk mengadakan Masa Orientasi Siswa atau yang biasa disingkat sebagai MOS pada setiap awal tahun ajaran baru. Selain bertujuan untuk memperkenalkan siswa kelas VII yang baru dengan lingkungan sekolah, MOS juga bertujuan untuk mengakrabkan siswa baru dengan kakak-kakak kelas VIII dan IX serta guru-guru yang bertugas di SMP N 2 Semin.

Pada tahun ajaran 2013/2014, MOS SMP N 2 Semin dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 15 sampai tanggal 17 Agustus. Selama tiga hari itu, pihak OSIS bekerja sama dengan para guru untuk memperkenalkan siswa baru terhadap tradisi dan peraturan sekolah, pembagian ruang kelas serta lab, serta membantu agar siswa baru dapat beradaptasi dengan teman-teman sekelasnya.

Yang membuat MOS di SMP dengan nama kesayangan Espero pada tahun ini sedikit berbeda dengan yang sudah-sudah adalah kedatangan mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Bendung. Beberapa orang mahasiswa dari tim KKN GK-12  telah mngajukan permintaan kerja sama untuk melaksanakan sejumlah program KKN mereka untuk dilaksanakan di SMP N 2 Semin. Pihak sekolah yang menyambut baik permintaan kerja sama ini pun menawarkan agar para mahasiswa yang tengah menjalani KKN terebut bisa turut membantu OSIS SMP N 2 Semin dalam mendampingi siswa kelas VII selama menjalani MOS. Tawaran ini tentu disambut gembira oleh para mahasiswa UGM tersebut.

Dua hari sebelum dilaksanakannya MOS, yaitu pada tanggal 13 Juli yang bertepatan dengan dibukanya pendaftaran ulang bagi siswa baru Espero, pihak OSIS telah memberikan pengumuman mengenai atribut apa saja yang wajib dikenakan seluruh peserta MOS selama MOS dilaksanakan. Atribut yang dimaksud terdiri dari topi kerucut bertuliskan nama regu, papan nama berukuran 20×30 cm yang digantungkan di depan dada serta menyertakan keterangan kelas peserta MOS, juga sepatu berwarna hitam yang tali sepatunya diganti tali plastik. Peraturan tambahan bagi peserta MOS adalah mengenai rambut, di mana setiap peserta MOS putra diminta memangkas rambutnya hingga sepanjang 1 cm dan peserta MOS putri diminta menguncir rambut dengan jumlah kuncir yang telah ditentukan pihak OSIS serta menggunakan pita dari tali plastik. Khusus untuk peserta MOS yang menggunakan kerudung, diminta membuat atribut tambahan berupa kalung yang terdiri dari ru,abi-rumbai berbahan dasar tali plastik. Setiap atribut yang dikenakan oleh perserta MOS memiliki warna dominan berbeda untuk setiap kelas, yaitu merah untuk kelas VII A, hijau untuk kelas VII B, kuning untuk kelas VII C, dan biru untuk kelas VII D.

Peserta MOS

Pada hari pertama MOS, tampak seluruh siswa baru telah berkumpul di lapangan lengkap dengan atribut yang telah ditentukan untuk mengikuti upacara pembukaan MOS. Mereka masih terlihat canggung dan enggan berinteraksi dengan teman-teman barunya. Setelah upacara pembukaan selesai, para siswa tersebut beranjak ke ruang kelas masing-masing dengan didampingi OSIS serta mahasiswa KKN UGM. Pada hari pertama, siswa baru kelas VII mendapatkan berbagai macam materi dari OSIS/MPK dan para guru. Materi yang diberikan antara lain adalah menganai ketakwaan, Wawasan Wiyatamandala, hak dan kewajiban siswa, tata tertib siswa, serta tata krama siswa.

Pada hari kedua, MOS diawali dengan apel pagi yang diikuti bukan hanya oleh siswa baru yang menjadi peserta MOS saja, namun juga seluruh siswa kelas VIII dan IX serta jajaran guru dan staff. Apel pagi memang merupakan salah satu tradisi di Espero. Seusai apel pagi, siswa kembali ke kelas, di mana siswa tahun kedua dan ketiga menerima pelajaran, sementara peserta MOS kembali mendapatkan berbagai materi yang akan membantu mereka untuk mengenal sekolah serta tanggung jawab juga hak mereka sebagai siswa di Espero. Materi bagi peserta MOS pada hari kedua adalah mengenai tata upacara, program cara belajar, serta seni alternatif dan lagu. Ada pula pengenalan lingkungan di mana peserta MOS diajak berkeliling sekolah untuk mengenal pembagian letak dan ruang-ruang di sekolah. Selain itu, terdapat materi pengembangan kreatifitas siswa yang diisi oleh mahasiswa KKN UGM. Pada pengembangan kreatifitas siswa ini, peserta MOS di tiap-tiap kelas dibagi ke dalam dua kelompok dan diminta untuk menggambar sesuatu yang berhubungan dengan pemilahan sampah organik dan anorganik. Pengembangan reatifitas siswa oleh mahasiswa KKN UGM ini merupakan salah satu bagian dari program pembangkitan kesadaran masyarakat akan pentinganya pemeliharaan lingkungan melalui pemilahan sampah yang dilakukan mahasiswa KKN UGM di Desa Bendung.

Peserta MOS_2

Kemudian pada hari ketiga yang merupakan hari terakhir MOS, seluruh peserta MOS baik dari kelas VII A, VII B, VII C, dan VII D dikumpulkan di Ruang Keterampilan tepat setelah apel pagi selesai. Di ruang kesenian ini, dua orang mahasiswa KKN UGM yang masing-masing berasal dari Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik. Puja Dimas R. merupakan mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2010 memberikan materi mengenai edukasi hukum untuk anak. “Materi yang saya berikan hanya materi sederhana agar anak-anak taat pada peraturan dan tata tertib,” ungkap mahasiswa yang akrab disapa Dimas tersebut. Sementara Esty Swandana, seorang mahasiswi semester enam di Fakultas Teknik, memeberikan materi mengenai pentingnya pemilihan sampah organik dan anorganik. Menurut mahasiswi berkacamata ini, masalah penanggulangan sampah sangat krusial mengingat pemanasan global yang tengah berlangsung, dan salah satu cara sederhana yang bisa ditempuh untuk membantu memerangi pemanasan global adalah melalui pemilahan sampah.

Mahasiswa KKN UGM

Setelah kedua mahasiswa UGM tersebut selesai kemberikan ateri masing-masing, acara dilanjutkan dengan ceramah mengenai NAPZA yang diisi oleh anggota Kepolisian Sektor Semin. Melalui ceramah NAPZA ini, siswa diajarkan menganai jenis dana bahaya NAPZA.

Setelah ceramah NAPZA, peserta MOS diminta kembali ke kelas masing-masing. Mereka diminta untuk menuliskan kesan dan pesan bagi MOS serta bagi kakak-kakak pembimbing MOS dari OSIS serta dari pihak mahasiswa UGM.

Rangkaian MOS tahun pelajaran 2013/2014 kemudian diakhiri dengan upacara penutupan yang berlagsung selama 45 menit. Pada upacara penutupan ini, Kepala Sekolah melakukan peresmian para peserta MOS menjadi siswa kelas VII SMP N 2 Semin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s